Seperti olahraga pemeras adrenalin lainnya, terjun payung adalah olahraga yang cukup menghibur. Selain mengandalkan teknik, terjun payung butuh latihan khusus dan ketangguhan nyali dalam derajatnya yang paling tinggi.
Walau berisiko, telah banyak rekor yang dipecahkan lewat olahraga ini. Pada perayaan HUT ke-6O Republik Indonesia misalnya, rekor baru diciptakan dengan membawa bendera raksasa di Yogyakarta.
Ada tiga poin yang biasa diperhitungkan dalam terjun paying. Poin itu adalah ketepatan mendarat, kerja sama di udara, dan kerja sama antar kanopi. Setiap poin punya tingkat kesulitan tersendiri. Peralatan yang dibutuhkan dalam olahraga terjun payung banyak macamnya, seperti kanopi, harness dan container, payung cadangan, altimeter, goggles, jump shoot, dan helm.

gambar terjun payung

ilustrasi sejarah olahraga terjun payung
Dalam dunia militer dikenal terjun HALO (high altitude low opening) dan HAHO (high altitude high opening) dengan peralatan terjun payung canggih, sepertimasker oksigen dan kacamata infra merah. Penerjunan gaya ini dilakukan setinggi mungkin, sekitar 10 ribu feet. Kemudian, penerjun melayang dan membuka payung serendah mungkin. Gunanya, agar terlihat seperti burung yang melayang di udara dalam pantauan radar lawan.
Para penerjun profesional juga punya cara unik dan sensasional. Cara itu dikenal dengan BASE, singkatan dari buildings (gedung), antennas (antena/menara), spans (jembatan), dan earth (bukit/tebing). Mereka terjun bukan dari pesawat, tetapi permukaan yang tinggi.
Sejarah terjun payung tidak begitu jelas. Namun sejumlah catatan sekitar tahun 1617 Fausto Veranzio menjadi orang pertama yang melompat dari sebuah menara di Venesia, italia. la mendarat dengan selamat sebab menggunakan alat yang mirip payung.
Untuk penerjunan dari benda terbang, pertama kali dilakukan pada tahun 1797 oleh Andre Jacques Garrnerin di Paris, Perancis dari sebuah balon udara. Ada pula cerita tentang Leslie lrvin yang selamat berkat parasut dalam suatu kecelakaan di inggris pada tahun 1919. la merasaber hutang budi pada perlengkapan itu. Sejak peristiwa itu, lrvin, menghabiskan sisa hidupnya untuk mengembangkan dan menyempurnakan teknologi dan sistem parasut.
Ada enam jenis terjun payung, yakni skysurfing, salto, salto tandem, terbang bebas, gaya terjun bebas, dan formasi yang setiap jenisnya memiliki karakteristik tersendiri. Terjun payung menjadi olahraga internasional sekitar tahun 1951.
catatan: artikel merupakan kontribusi dari anonymous
Herahadi A.N.
Latest posts by Herahadi A.N. (see all)
- Bagaimana cara menambahkan twitter button ke website/blog - June 19, 2013
- Cara menambahkan facebook like button ke website/blog - June 19, 2013
- Windows tidak dapat boot setelah install windows loader - June 18, 2013
Direview oleh: Artikelid.com pada Oct 10
Rating:
Review: Artikel bermanfaat
